Ketika kita bersedih seakan-akan syaraf kita mengikuti aliran fikiran yang kadang tidak tau kemana rimbanya,yang kita ingat hanyalah sebuah kegundahan akan sesuatu yang belum terpecahkan sehingga kita masih bergelut didalamnya dan terus berfikir.Sebuah kata bijak mengatakan bahwa "kesedihan adalah sarana yang membuat kita berfikir betapa indahnya kebahagiaan". Jangan perangi kesedihan,tapi jadikan ia teman yang akan membantu kita merasakan betapa kita adalah makhluk renik yang kompleks dari salah satu ciptaanNya, betapa kita adalah inang-inang dosa, betapa kita adalah peminta-minta,betapa pikiran kita adalah ruang sempit diantara istana-istana alam yang megah...
Mengapa harus ada kesedihan..?
Selayaknya kebahagiaan,,kesedihan juga merupakan bagian dari kehidupan.Kehidupan adalah bagian dari kenyataan,kenyataan adalah bagian dari ciptannya. Maka ketika salah satu komponen harus dihilangkan, masihkah kewajaran hidup akan sempurna? Suatu contoh sederhana saja, ketika seoarang manusia di uji dengan kecacatan tubuhnya yang akan terjadi adalah kurangnya kewajaran dalam dirinya dimata kekompleks-an manusia-manusia lain yang tanpa cacat. Gegitu juga kesedihan,sebenarnya ia adalah penyempurna kehidupan ini. Jika tidak ada kesedihan bagaimana kita akan merasakan etapa berharga dan indahnya kebahagiaan. Tidaklah wajar jika seeorang harus menganggap kesedihan sebagai musuh besar kehidupan dan terpuruk di dalamnya, maka dengan secara tidak langsung ia telah meragukan ke Agungan Sang Maha Pencipta.
Sungguh Maha besar Allah yang Ia menjadikan kesempurnaan hidup walau kadang kita harus berusaha berfikir untuk mengungkapnya.
Apa yang harus kita lakukan ketika kesedihan itu datang?
Tak cukup dengan marah dan bersabar, karena kesedihan disebakan dengan banyak factor. Maka keadaan yang stabil, fikiran yang dingin yang akan menerangi kita pada jalan yang benar, yaitu “berfikir”.
Pada proses berfikir itulah akan dihasilkan bermacam-macam jawaban dimana hal itulah yang akan membuka wawasan untuk suatu penyelesaian masalah.
Ketika itulah kita akhirnya akan sampai pada titik batas tertentudan akan kembali pada kenyataan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendakNya, bahwa Sang Pencipta tidak akan memberikan kesedihan pada suatu kaum jika mereka tidak mampu menanggungnya, dan bahwa setelah kesedihan itu pasti ada hikmah yang tersembunyi di balik semuanya.
Betapa naifnya jika kita merasa bahwa diri kita adalah orang yang paling sial di dunia ketika kesedihan itu menimpa kita karena kita semua telah diberi kekuatan untuk menjalani hidup ini. Takwalah kepadaNya, bersujudlah di atas hamparan kasih sayangNya, Memintalah atas segala ketebatasan akal kita, basuhlah waja-wajah harap dengan usaha kita. Niscaya jalan hidup kita akan selalu di ridloi olehNya. Amin ya Robbal ‘Alamin…….
Selasa, 21 Oktober 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
menurutku kesedihan adalah kebahagiaan. pertama karena kita bisa memetik sesuatu dari kesedihan tersebut. kedua karena suasana yang ditimbulkan dari kesedihan itu begitu aneh menurut saya, bahkan aku sering tersenyum sendiri ketika sedang bersedih. aneh memang, tapi setidaknya beberapa pengalamanku tentang ini telah membuktikan hal itu.
Posting Komentar